This is My World!! I Can Do Anything in My World!!

When I See You


 Sempat senyum-senyum sendiri, saat aku melihat deretan fotoku bersama dia di Handphone ku. lucu, konyol, bahkan gak nyangka kalau akhirnya aku bisa bersama dengan nya saat ini. tidak pernah terbayangkan olehku bisa jatuh cinta pada sosok yang sejak awal tidak ada dalam benakku. sosok yang rame, bocor, cuek, gokil, tapi care pada teman-temannya. aku yang saat itu sudah mempunyai kekasih pun tak sadar bahwa dia selama ini memperhatikanku dari jauh. yah.. begitulah awalnya, terlalu cepat untuk dialami. namun  saat-saat kita berboncengan pada jam kerja menuju lokasi Pameran, saat itu kita bekerja ditempat yang sama, tempat yang mempertemukan aku dengan dia. saat-saat kita saling membicarakan hal-hal menarik di masa lalu, hal-hal konyol kami satu sama lain, bahkan sampai aku menangis di pelukannya pun masih terekam kuat di Memory otakku yang kadang-kadang lemot ini.

 Aku... masih ingat betapa 'ribet'nya kamu. itu yang ada difikiran ku saat itu, saat kau masuk ke tempat kerjaku yang masih sebagai admin. dengan kencangnya kamu tertawa membuat seisi tempat kerja ku mengarah padamu. aku yang belum mengenal kamu pun mendengus kesal. 

 Aku pindah divisi, di bidang Penjualan dan satu team dengannya. keadaan ini membuatku tidak berfikir macam-macam selain bekerja. tapi pekerjaan ku menuntutku untuk selalu berpindah-pindah lokasi, aku belum punya motor yang saat itu sebagai sarana transportasi yang efektif. dengan sukarela dia menawarkan jasanya pada ku. aku yang saat itu tidak punya pilihan lain berhubung teman-teman yang lain sudah dengan jadwalnya masing-masing mengikuti saja. keadaan ini membuat ku sering dijadwalkan bersama dengannya. 8jam lebih setiap hari membuat ku dekat dengannya, meskipun saat itu aku sedang dekat dengan lelaki lain pun dia tidak peduli, mungkin Tuhan memihak padanya karena lelaki yang mendekatiku pun lambat laun menjauh dari ku. aku pun semakin tak terpisahkan dengan dia. karena kita memang sangat akrab bahkan ditempat kerja kami disebut sebagai sepasang kekasih. aku yang saat itu mulai menyukainya pun tenang-tenang saja dijuluki kekasihnya. namun tak lama dari itu, teman kerja aku yang lain sempat bersikap aneh padaku, tidak lagi sedekat dulu bahkan cuek padaku, tak lama aku tahu dari yang lain bahwa dia menyukaiku juga. astaga, aku tak menyadarinya. perhatiannya itu ternyata karena hal ini. tapi aku saat itu hanya bicara "mengapa tidak bilang lebih awal? mungkin saja aku mempertimbangkan hal ini" aku hanya tidak ingin kehilangan teman ku yang baik.

 kami jadi seperti couplesetter saja. ditambah saat aku mulai merubah penampilan ku, memang di tempat kerja ada yang tak menyukaiku, sebenarnya aku yang lebih membencinya, karena dia telah mengambil kekasihku sebelumnya. tapi sudahlah,aku sedang tidak membahas hal itu. aku makin ingin terlihat cantik didepan dia. membuatnya tidak malu berjalan denganku ditempat umum, itulah yang ada difikiranku. 

 aku sungguh terpanah cintanya, tak bisa ku pungkiri setiap waktu selalu ada dirinya. candanya, tawanya bahkan rayuannya berhasil mengambil hatiku. aku sungguh menyukainya. aku mulai merapalkan dia disetiap doaku setelah shalat, mulai rajin mengiriminya sms tiap pagi, mulai merasakan kekhawatiran saat tak bisa melihatnya atau bahkan bila dia telat masuk kerja, dan sebagainya. apakah aku berlebihan? aku rasa sikap itu wajar untuk seorang wanita yang sedang kasmaran seperti aku.


 Pernah aku bertanya padanya, sejak kapan dia memperhatikanku?, dia menjawab saat pertama dia masuk kerja, karena memang aku lebih dahulu masuk kerja daripada dia. untuk pertama kali dia mengirim sms padaku pun menggunakan nomor oranglain, bisakah aku percaya bahwa dia menyukaiku sejak lama? tentu tidak, aku menganggap itu hanya gurauan untuk mengikat hatiku. namun dengan entengnya dia menjawab dan meyakinkan ku bahwa semua yang dia katakan adalah benar adanya. dengan sorotan matanya yang tajam menembus hatiku, aku tak bisa bilang tidak percaya pada perkataannya. 


 Sungguh saat-saat yang indah, teramat indah, dia hadir justru saat aku tidak ingin mencintai orang lain. aku mencoba untuk tidak perduli padanya tapi aku tak bisa. apakah ini memang takdir? apakah aku memang akan bahagia dengannya? aku tahu siapa aku, apakah dia akan menerima ku seutuhnya tanpa memandang masa laluku!!!


  Dalam doa aku masih merapal namamu, masih dan pasti akan ada namamu disetiap doaku. aku bersyukur bahwa tuhan masih sayang padaku, DIA mempertemukanku dengan mu saat penghabisan kesabaranku. saat aku yakin tak ada yang akan bisa bertahan denganku, bahkan sampai kecewa padaku nantinya bila mengetahui tentang aku. aku bersyukur kamu bisa menerimaku bahkan apa adanya kini. terimakasih. When i see you. i know you're my destiny in the future